kategori

welcome to my blog

Rabu, 06 Oktober 2010

SUNGAI

Sungai besar di wilayah DIY adalah Sungai Opak, Sungai Progo, dan Sungai Oyo. Semuanya bermuara di Samudra Indonesia. Sungai-sungai tersebut tidak dapat digunakan untuk pelayaran dan hanya berfungsi sebagai irigasi persawahan. Selain ketiga Sungai tersebut, terdapat juga sungai-sungai kecil untuk pengairan, yakni Sungai Code, Sungai Serang, Sungai Winanga, Sungai Bedog, Sungai Tambakbayan, Sungai Kuning, Sungai Tepus, Sungai Mlinting, Sungai Krawet, Sungai Kenteng, Sungai Beton, dan Sungai Gajahwong.

Sungai-sungai tersebut dahulu di lereng Merapi dan bermuara di Pantai Selatan Jawa. Sungai Code mempunyai panjang 32 km, Sungai Opak 39 km, Sungai Progo 43 kim, Sungai Gajahwong 20 km, Sungai Winongo 43 km, dan Sungai Serang 29 km. Yang melewati wilayah Kulon Progo hanya Sungai Progo dan Sungai Serang. Adapun Code, Gajahwong, dan Winongo melewati tiga wilayah sekaligus, yaitu Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Sementara itu, Opak hanya lewat wilayah Sleman dan Bantul.

Oleh pemerintah Belanda, Sungai Progo dibendung di daerah Ngluwar, Magelang, untuk irigasi wilayah Yogyakarta. Bendungan ini oleh masyarakat dikenal dengan Ancol Blingo dan menjadi taman rekreasi. Sungai Butan yang membelah Kabupaten Sleman dari Sungai Progo menuju Sungai Opak dikenal dengan nama Selokan Mataram atau Van Der Wijck. Ketika zaman Jepang, untuk menghindrkan warga Yogyakarta dari romusa (kerja paksa), Sri Sultan HB IX mengerahkan warganya melebarkan Selokan Mataram agar air yang mengalir lebih besar dan dapat mengairi wilayah yang lebih luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar